Postingan populer dari blog ini
Gesing-jogja
Pantai gesing, warak, panggang Setiap kali kesini selalu dengan orang yang sama, motor yang sama, formasi yang sama. Setiap deburan ombaknya, setiap tapak kaki dan lonjakan berenergi mengekspresikan gembira, setiap detik yang dihabiskan disana sudah penuh berisi muatan jalinan pertemanan. Seperti kata little prince dengan redaksi dan interpretasi milikku sendiri "mawarku seperti ribuan mawar lainnya, tapi waktu yang kuhabiskan untuk menyiraminya dan merawatnya membuatnya menjadi mawar yang istimewa, mawarku saja". Pantai ini bisa jadi bukan pantai yang paling indah di dunia. Pantai ini seperti pantai pantai yang lainnya. Tapi apa yang kami lakukan disini, Apa yang kami bicarakan disini, usaha kami menempuh perjalanan yang membuat penat, apa yang kami bangun di antara kepingan momen2 pertemanan, membuat pantai ini satu satunya di dunia! Dan meski kini kami menjelma masing2 menjadi pribadi yang berbeda. Pantai ini, tetap sama dengan muatan kenangannya.
Jadi Apa
{ Jadilah Singa, Bukan Kijang } Syaikh Abu Ishaq Al-Huwainy -hafidzahullah- pernah mengajukan sebuah pertanyaan, “Mengapa singa selalu bisa memburu kijang, padahal kijang lebih cepat larinya ketimbang singa..?” Beliau kemudian memberi jawaban: “Karena kijang banyak menoleh, hal itu membuatnya lambat berlari, sehingga memberi peluang bagi singa untuk menerkamnya. Sementara singa, dia tahu apa yang menjadi tujuannya, tak sedikitpun ia berpaling dari tujuannya itu. Hikmahnya adalah, ketika engkau sedang dalam perjalanan menuju Allah, jangan terlalu banyak menoleh… Jangan sibukkan diri dengan dunia yang menggiurkan, jadikan Allah sebagai tujuan hidupmu. Jadilah singa, bukan kijang. Penulis: Ustadz Aan Chandra Thalib
Komentar
Posting Komentar